![]() |
| foto wilda ug. dock: pribadi |
Dear Kartini....
Aku mau cerita, :)
Aku seorang perempuan papua dan ini ceritaku.
Cukup Kau dengar!
Tadi ketika ku terbangun dari tidurku kira-kira beberapa jam
yang lalu.
Seperti biasa ku ambil dan ku cek isi handphoneku, ternyata
nama dan fotomu terpampang diseluruh dinding
media sosialku.
didalam foto-foto itu selain namamu dan wajahmu juga
bertuliskan "Habis Gelap Terbitlah Terang Selamat Hari Kartini, 21 April
2022".
Kuteringat sewaktu dulu di bangku sekolah, ku pernah
dengar nama itu dari guru-guruku katanya kau seorang Pahlawan Perempuan
Indonesia dan Untuk menghormatimu kami selalu merayakan hari peringatanmu.
dengan berpakaian adat dan riasan sederhana kami bergegas menuju tempat Upacara
.ternyata disana banyak anak-anak sekolah sampai ibu-ibu sedang bersiap
merayakan harimu dengan upacara yang sederhana namun penuh bahagia, itu terlihat
dari senyuman dibibir yg menghiasi setiap wajah yang hadir disana.
Bertahun-tahun berlalu, kini ku mengerti kenapa kau begitu dipuja kaum perempuan Indonesia tidak lain karena Perjuanganmu mencari Terang untuk Bangsamu.
yang ku mau sampaikan dihari ini, tepat dihari peringatanmu. Kaum Perempuan diujung timur Indonesia yang pernah tersenyum bahagia untukmu Kini sedang tidak baik-baik saja. Perayaan Habis Gelap Terbitlah Terang kini menjadi Gelap gulita bahkan Tak terlihat lagi.
Aku, Bangsaku dan Kaumku dengan berseragam merah putih dan berkebaya jawa perlahan berjalan menuju punah dalam gelap. Kami sedang mencari Terang itu,Terang yang telah direnggut Bangsamu dengan paksa.!
Kaumku menjadi yang paling menderita agar terus memperingati
harimu ditiap tahunnya.
Dibawah todongan senjata kami terus dipaksa tersenyum dan mangatakan bahwa kami baik-baik saja, potret dengan kebaya putih yang kau lihat ini salah satu contohnya ,terpaksa senyum walau hati menangis.pun Media yang kau tonton hari ini tidak sesuai dengan kenyataan yang akan kau jumpai di Nduga,Intan Jaya,Pegunungan Bintang,Maybrat dan lainnya. Disana tidak ada Perayaan untukmu hari ini. bahkan namamu saja terdengar asing ditellinga.
Bagaimana mau tahu, Gedung Sekolah dibakar dan dijadikan markas Militer Indonesia, rumah dan kampungnya dijadikan arena pertempuran. dengan terpaksa para guru, anak-anak sekolah dan keluarganya pun dipaksa mengungsi ketengah hutan belantara, berteman Gelap dan Sunyi hanya terdengar bunyi peluru tiada henti yang entah kapan kan berakhir.
sesekali peluru-peluru itu menyambar
anak-anak itu, ibunya dan bapanya. Ratapan itu tak pernah kau dengar kan?...
Bangsamu Indonesia adalah penyebab Luka bagi Bangsaku Papua.
Hari ini walau penuh luka dan berselimut duka ku mau
sampaikan selamat hari kartini untuk perjuanganmu.
Perjuanganmu dalam mencari terang melawan Kolonial dan Sistem yang menindas perempuan layak diteladani . Perjuanganmmu telah usai Kini kau sudah terang. disini kami sedang berjuang untuk keluar dari kegelapan namun bukan untuk hidup bersama Bangsamu.
Bukankah Terang dan Gelap tidak bisa bersatu?...
wiug
Bandung 21/4/22.
