| Foto: Penulis Cerpen |
Saya mencoba menulis sebua cerita saya melalui tulisan
berkali - kali, tapi saya masih tidak tauh bagaimana melukiskannya dalam kata -
kata. Rasanya saya hanya akan memberitahu fakta yang terjadi dalam hidupku
lebih indah daripada kata-kata ini. Saya tinggal di provinsi jawa barat
tepatnya di kota bandung dan dia tinggal di loksomawe, aceh. Dia benar-benar
seorang yang bisa merebut hatiku dari sekian wanita yang mendekatiku, ia benar
skali, dia salah satu wanita yang menaklukkan hatiku sebelum kami bertemu.
Cerita ini di mulai dari medsod
(facebook) saya masih ingat chatt pertama kita yang di awali dengan kata
ADIK-KAKA, kemudian dalam hitungan satu minggu, kami sering chatting lewat
facebook, bahkan sampai video call lewat massengger, dan sampai hari ini pun
saya merasa takjud oleh itu semua. Setiap hari berpikir apakah ini cinta yang
sebenarnya.
Semakin hari hubungan kami
semakin dekat meskipun kami belum pernah bertemu langsung, akhirnya, pada 21
juli 2017 kami ketemuan di kota jayapura saat itu kami sedang liburan semester,
perjumpaan saya dengan dia hanya seminggu saja, perjumpaan yang sangat-sangat
singkat sekali. Rasanya ingin bersamanya selama 1000 tahun, tapi karena study
kami harus berpisah, dan saya harus balik lebih dulu ke bandung, kota jayapura
penuh dengan kenangan walaupun seminggu saja. THANKS…. Jayapura city kota penuh
kenangan.
Dan saya belum pernah mendengar
kisah hubungan LDR (Long Distance Relationship) yang sukses, tetapi semakin
lama, dari hari ke hari, minggu ke minggu hingga bulan, saya berdoa agar
hubungan ini sukses. Terkadang saya tidur larut malam untuk berharap pada bintang
dan bulan, menunggu saat saat indah seperti pukul 1;11, atau 2.22, atau 3;33
dll.
Saya tidak berharap tidak masuk
akal bagi orang lain. Dan saya berharap orang lain memahami hal itu. Ada saat
ketika saya dan dia merasa apa yang kita impikan “suatu hari nanti kita” itu
tidak akan perna datang, ada saat kami merasa, kami hanya ada untuk satu sama
lain. Kami menghabiskan sedikit waktu tersisa untuk berbincang di tempat itu
jayapura city disitulah hari terakhir bertemu dengannya.
Setiap pagi saya banggun dan
tersenyum, berpikir kami satu hari lebih dekat untuk bertemu, setiap hari saya
bisa chatting dengan dia sekali seminggu atau dua kali seminggu berbicara
melepaskan rindu melalui via telfon.
Hubungan ini telah mengajari saya
dalam hal mencintai seseorang dengan ketulusan hati, dan kesebaran. Jodoh bukan
tentang kapan atau siapa dia, tetapi tentang kesadaran hati untuk memerima
cinta yang hadir, dia membuatku semakin mengerti, cinta bukan tentang
pertemuan, terkadang cinta juga terasa begitu kuat saat jarak hadir.
Saya tidak bertanya-tanya apakah
dia dan saya akan bersama suatu hari nanti. Saya tauh itu, saya tidak tauh
kapan, saya tidak tauh itu bagaimana. Tapi apapun saya harus lakukan, dan
berapa lama saya harus menunggu. Saya tauh dia layak untuk di tunggu. Berharap
dan selalu berdoa untuk mu kau pemilik hidung “PESEK” menjadi belahan jiwaku.
AMIN…
THE AND
BANDUNG, 31-03-2018
Oleh : Sepi Gobai