Kawan.....
Dalam nadimu
zatku mengucur
Dalam uratku
darahmu mencair
Kita satu
atap rumah dari negeri rintih lirih
Negeri yang
kaya akan jeritan...!!!
Negeri yang
subur karena airmata dan darah..!!!
Negeri yang
nampak surga karena tangisan..!!!!
Kawan.......
Jangan
sesekali aku mendengar kamu berputus asa
Karena yang
aku tahu, kamu kuat. sekuat batu karang di biak
Jangan
sesekali aku mendengar kamu berhenti
Karena yang
aku tahu buah perjuangmu sucih, seputih salju abadi jayawijaya
Jangan
sesekali aku mendengar kamu malas
Karena yang
aku tahu, cita-citamu setinggi gunung carthenz
![]() |
| Foto : Ilustarasi dari Puisi ini |
Kawan.........
kIta
dilahirkan dengan harapan pantang lupa sejarah
kita
dibesarkan agar tabu lupa air susu
kita di di
ajarkan melawan LUPA dan LUKA
kita di
didik melawan Sistem yang mendarah daging
kawan......
kita satu
rumpun dari ras melanesia
kita satu
keluarga di kehidupan ini
kita senasib
diperjalanan ini
kita seperjuangan
di tanah pasundan
Kawan.....
Anak bangsa
pemilik negeri
Mari kita
satukan tekad
Menyulam
kain ilmu di tanah garam
Menghapus
airmata ibu cendrawih
Menjadi
bintang fajar dari ufuk timur.
